********
Aku kira kisah cinta ini hanya ada aku dan dirimu...
Ternyata ada seseorang yang dirimu perjuangkan secara diam-diam...
Tolong jangan mendua... berdua saja itu sudah lebih dari cukup....
Karena sendiri adalah sepi dan bertiga adalah luka...
Sebelum dirimu sedingin laut lepas.. dirimu pernah sehangat nafas...
Dirimu pernah mengajakku untuk duduk berdua...
dan berjanji akan menceritakan semua hal kecuali tentang perpisahan...
Kukira mencintaimu seindah langit senja.. Tapi kenyataanya mencintaimu seperti menggenggam serpihan kaca..
Aku pikir dirimu akan membuatku lupa dengan tentang hatiku yang pernah patah...
Tapi ternyata dirimu mematahkannya lebih patah lagi...
Aku hanya menjadi payung yang dirimu pakai untuk berlindung saat hujan..
Namun jika pelangimu datang aku tidak lagi diperlukan...
Untuk hatiku...maaf atas semua luka ini...
Wahai hatiku tolong jangan lemah lagi...Aku lelah menyembuhkanmu yang selalu patah...
Aku hanya bisa diam karena kesedihan tak selalu berwujud tangisan...
Aku terlalu bersahabat dengan luka hingga lupa rasanya bahagia...
Luka tidak memiliki suara… Sebab itu air mata jatuh tanpa bicara...
Dirimu adalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan..
Aku tau apa yang aku harapkan ini tiada mungkin pernah bisa tergapai..
Dirimu adalah harapan yang selalu aku nantikan walaupun aku tau itu layaknya seperti menggengam air. Bagaimanapun perjuanganku tetap tak akan bisa tergenggam..
Bukan masalah harapanku..yang menjadi masalah bagi diriku adalah aku berharap tetapi aku tidak tau kapan harus untuk berhenti berharap....dan aku tidak tau bagaimana cara unutk menghentikannya....
Mengapa kalian menanyatakan serta menertawakan rasa berharapku? Jika aku dapat memilih, aku tidak ingin berharap, apalagi berharap kepada sesuatu yang tidak patut untuk diharapkan..
Mengertilah ini masalah hati..
Pahamilah ini masalah rasa..
Merubahnya tidak semudah memalingkan wajah..
Hatiku terlanjur cinta juga terlanjur nyaman...
Walaupun sering kali aku menyadari aku tidak pantas untuk nya..
Namun hati dan rasa ku tiada dapat ku pungkiri..
Aku menginginkan dirimu...
Aku berada didalam cerita cinta yang salah..
Namun sering kali aku ingin terus melanjutkan ceritanya..
Walaupun aku tau dan menyadari pada akhirnya aku akan merasakan sakit hati...
Inginku sesali semua rasa ini.. namun jika aku sesali semua rasa ini apakah dapat merubah rasa ini.. ku rasa tidak.. malah rasa ini semakin dalam..
Perasaan terburukku adalah ketika aku bingung harus bertahan atau menyerah..
Bertahan atau meninggalkan adalah pilihan yang sulit untukku..
Semacam tidak memiliki tapi takut kehilangan..
Pergi itu bukanlah pilihan.. Melainkan keharusan ketika sebuah perjuanganku dirimu sia-siakan..
Ingin pergi sulit..
Ingin bertahan tapi sakit..
Aku tak bisa untuk tinggal namun aku juga tidak mampu untuk pergi...
Pikiranku ingin melepaskanmu…
Tetapi hatiku selalu menginginkanmu…
Seperti mati terbunuh namun tetap hidup dalam sebuah penyesalan...
Aku takkan mampu membohongi perasaanku sendiri, berpura-pura kuat bersandar pada hati yang rapuh dan hampir tandus...
Terlalu banyak luka dihati.. Sampai tak ada ruang lagi untuk terluka lagi...
Dirimu sudah bahagia dengan orang lain sedangkan aku masih mencintainya seperti tidak akan berakhir..
Jika dirimu tidak menginginkan kehadirkan ku...
Tolong ajari aku untuk pergi dengan mudah...
Karena apa gunanya mempertahankan sesuatu yang tak ingin dipertahankan..
Untuk apa memperjuangkan sesuatu yang tak ingin diperjuangkan...
Bukan benci yang membuatku ingin menjauh dari dirimu.. Tapi karena rasa kecewaku…...
Hujan tak pernah tahu dia sedang membasahi apa..
Tapi air mata selalu tahu ia jatuh untuk siapa...
Langit.. Bisakah kau turunkan hujan dengan petir?...
Karena aku ingin menangis tanpa terlihat dan ingin menjerit tanpa terdengar ....
Hujan ini seolah-olah mengerti...
Bahwa ada sedih yang butuh ditemani.. Ada tangis yang butuh ditutupi
Dan hujan punya cerita tentang kita.. Ia akan mengingatkan dirimu padaku..
Bahwa aku yang pernah berjuang untukmu.. Aku yang pernah sangat mencintaimu.. Namun kau sia-siakan..
Suatu saat nanti aku akan mengingatmu sebagai apa yang paling ingin aku lupakan..
Dan dirimu akan mengingatku sebagai apa yang pernah dirimu sia-siakan..
Dirimu bisa bersembunyi dari kesalahanmu.. Tapi tidak dari rasa penyesalanmu...
Berhenti menanyaiku.. mengapa aku berubah.. menagapa aku tak peduli lagi.. mengapa aku tak memandangmu lagi.. jangan tanyakan pada diriku tapi tanyakanlah pada dirimu sendiri...
Walaupun pada akhirnya aku harus menyerah...
Setidaknya aku pernah mati-matian tidak ingin kalah oleh keadaan...
Aku berhenti dari rasa ingin memiliki.. Aku berhenti untuk terus memaksakan bersamamu..
Jangan mencari diriku lagi.. saat aku telah pergi dari kehidupanmu..
Jangan pernah datang lagi.. Luka yang dirimu buat masih membekas dengan sempurna..
Namun ketahuilah.. Aku tak pernah berhenti mencintaimu.. Aku hanya berhenti menunjukkan rasa cinta ini padamu...
Mungkin suatu saat kita akan saling melepaskan.. Mengiklaskan cinta yang tak bisa kita pertahankan.. Lalu berpura-pura melupakan kenangan...
Kelak dirimu akan merindukan ku.. Sebagai sesuatu yang tak akan pernah dirimu temukan pada orang lain..
Dan kini semakin aku sadari bahwa aku sebenarnya bukan masih mencintaimu.. aku hanya bingung mencintai siapa, setelah dirimu pergi dariku..
Mungkin aku mencintai orang yang salah, menangisi orang yang salah. Tapi satu hal yang pasti. Kesalahan ini membantuku menemukan orang yang tepat sebagai penggantimu..
********

Sungguh menyentuh hati����
BalasHapusIzin shere
🤧🤧🤧
BalasHapus